BABEL,MERAWANG,SKT.COM – Menjelang masa tenang Pilkada Bangka 2025 yang akan dimulai 23 Agustus mendatang, Calon Bupati Bangka nomor urut 4, Andi Kusuma, menegaskan komitmennya untuk melawan praktik manipolitik atau politik uang yang dinilai merusak mental masyarakat.
Sebagai bentuk keseriusan, Andi bahkan menjanjikan satu unit sepeda motor baru bagi siapa saja yang berhasil menangkap pelaku manipolitik.
Pernyataan ini dilontarkan Andi dalam wawancaranya di sela-sela aktivitas kampanye.
“Siapa pun yang bisa menangkap pelaku manipolitik, saya kasih satu unit motor baru!” tegasnya berapi-api.
Andi menjelaskan bahwa harapan terbesarnya untuk keempat pasangan calon adalah mematuhi regulasi yang ada, khususnya menjelang masa tenang.
“Jalankan sesuai dengan regulasi aturan. Ketika masa tenang, ya sudah kita hormati,” ujarnya.
Ia menambahkan, praktik manipolitik merupakan hal yang harus dihindari oleh semua pihak.
“Jangan pernah pasangan mana pun melakukan manipolitik, karena itu merusak mental masyarakat kita di Bangka,” imbuhnya.
Bongkar Baliho dan Partisipasi Pemilih
Terkait pemasangan baliho, Andi Kusuma menanggapi dengan santai. Menurutnya, tidak ada masalah jika baliho tidak dibersihkan saat masa tenang.
“Kalau bicara baliho itu santai saja, tidak usah dibersihkan juga tidak ada masalah kok. Setelah pemilu baru dibersihkan,” jelasnya.
Namun, ia menegaskan bahwa dirinya dan timnya akan tetap melakukan penertiban terhadap baliho mereka.
“Kalau itu saya pasti ada bongkar, karena kami akan bongkar. Ikhlas saja kalau ada masyarakat yang mau mengambil,” tutur Andi, mengisyaratkan bahwa baliho kampanyenya dapat diambil oleh masyarakat setelah masa pemilihan.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat soal cuaca hujan menjelang hari pencoblosan pada 27 Agustus, Andi optimis bahwa alam akan mendukung.
“Saya rasa alam pasti mendukung, pada saat tanggal 27 Agustus, cuaca cerah “, harapnya.
Ia juga berpesan agar masyarakat tidak golput dan menggunakan hak pilihnya sebaik mungkin.
“Gunakan hak pilih, jangan golput, sehingga bisa melahirkan pemimpin dari benih kemurnian. Harapan saya, masyarakat saat sekarang ini bisa sadar bahwa manipolitik itu adalah memperbudak masyarakat tempatan dan jadilah pemilih dengan keselarasan normal seperti dulu”, tutup Paslon Andi Kusuma & Budiyono. (Red)