Anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Moh Belia Murantika, Temui Korban DBD di Kelurahan Air Salemba

BABEL, PANGKALPINANG,SKT.COMAnggota DPRD Kota Pangkalpinang, Moh Belia Murantika, turun langsung ke lapangan untuk menemui keluarga korban Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Air Salemba, Kecamatan Gabek. Dua pelajar yakni Rafael (15) dan Napta (16) yang terkena DBD. Keduanya saat ini sedang menjalani medis di tempat pelayanan kesehatan terpisah.

Dalam kunjungan yang dilakukan Senin (18/8/25), Belia didampingi Kepala Puskesmas Selindung drg. Cut Nurlaila beserta tim medis, Lurah Air Salemba Wawan Setiawan, dan Ketua RT 01 Samsul Bahri.

Belia mengungkapkan kedua pasien DBD tersebut sempat mengalami kendala teknis terkait syarat rawat inap BPJS. Pihak Puskesmas meminta masyarakat bisa langsung menuju ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) jika mengalami demam tinggi.

“Hal-hal teknis seperti ini tidak boleh menghambat pelayanan. Yang terpenting adalah penanganan cepat agar pasien segera tertangani,” tegas Belia.

Belia menegaskan DPRD akan terus mendorong langkah konkret agar penyebaran DBD bisa ditekan. Menurutnya, selain skrining, tindakan lanjutan berupa fogging (penyemprotan insektisida) akan segera dilakukan untuk membasmi nyamuk Aedes aegypti, vektor utama DBD.

“Kami ingin penanganan yang paripurna. Fogging akan segera dilakukan agar masyarakat merasa aman. Saya apresiasi tim Puskesmas Selindung yang cepat merespons laporan masyarakat,” ujarnya.

Dia menilai, penanganan lapangan tidak hanya harus cepat, tetapi juga melibatkan seluruh elemen, mulai dari tenaga medis, perangkat kelurahan, hingga partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan

Selain menjenguk keluarga pasien, tim Puskesmas juga melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) dan pemeriksaan lingkungan dalam radius 10 rumah dari lokasi pasien.

Observasi dilakukan mulai dari pemeriksaan bak mandi, genangan air, hingga skrining Dengue menggunakan tes antigen NS1 terhadap keluarga dan tetangga pasien.

Menurutnya, selain skrining, tindakan lanjutan berupa fogging (penyemprotan insektisida) akan segera dilakukan untuk membasmi nyamuk Aedes aegypti, vektor utama DBD.

“Kami ingin penanganan yang paripurna. Fogging akan segera dilakukan agar masyarakat merasa aman. Saya apresiasi tim Puskesmas Selindung yang cepat merespons laporan masyarakat,” ujarnya.

Dia menilai, penanganan lapangan tidak hanya harus cepat, tetapi juga melibatkan seluruh elemen, mulai dari tenaga medis, perangkat kelurahan, hingga partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.(Tim)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *