BABEL,PENUTUK,SKT.COM – Kolektor timah ilegal menjadi salah satu mata rantai dalam sistem perdagangan timah ilegal, yang seringkali terorganisir dan melibatkan banyak pihak.
Sindikat timah ilegal berasal dari Toboali ini membeli timah dengan harga tinggi dari yang lainnya tak menutup kemungkinan Boy Hery warga desa tanjung sangkar salah satu kolektor yang membeli timah untuk bos David.
Caption ; Gudang timah David di Desa Penutuk berdalih IUP Timah(Dok)
Kolektor timah ilegal David yang mempunyai gudang di desa penutuk diduga tidak mempunyai izin lengkap, berkontribusi pada kerusakan lingkungan, kerugian ekonomi negara, dan ketidakadilan dalam pengelolaan sumber daya alam.
“Timah murai bang, iya kami bekerja dengan TI nya bos David gudangnya ada dibelakang rumah ni bang”, kata pak Dee warga penutuk saat di datangi tim media ini. Kamis malam (7/8/25).
Pantauan awak media ini didesa Penutuk diduga terdapat sebuah gudang timah ilegal berskala besar milik bos David yang mempunyai penjaga gudang.
“Kalau timah di bawa ke Toboali bang, ini ada yang tukang jemput nya nanti ada anak buah David. Saya ngak pernah nyebrang kesana”, kata penjaga gudang. (7/8/25).
Keberadaan kolektor timah ilegal berkontribusi pada kerusakan lingkungan, kerugian ekonomi negara, dan ketidakadilan dalam pengelolaan sumber daya alam.
Pelaku penambangan timah ilegal dapat dikenai sanksi pidana, seperti penjara dan denda, serta sanksi administratif.
Kolektor timah ilegal merupakan bagian dari masalah yang lebih besar terkait penambangan timah ilegal.
Penanganan masalah ini membutuhkan upaya bersama dari pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat untuk menertibkan aktivitas ilegal serta menegakkan hukum, menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam Bangka Belitung namun pelakunya juga terkadang dari kalangan APH.
Konfirmasi awak media ini kepada David sudah dilakukan namun chat WhatApp masih centang satu diduga no awak media diblokir.
Diterbitkan berita ini tim akan berusaha konfirmasi kepada Kapolres Bangka Basel AKBP Agus Arif Wijayanto. Meskipun upaya konfirmasi sudah dilakukan namun belum mendapat respon.(Tim)