3 Oknum Polair Polres Bangka Mencuat Dipemberitaan, Masyarakat Beri Klarifikasi Dan Tanggapan

SKT. BANGKA `||| Masyarakat penambang bersama Lurah Kuday, Ketua Pemuda Air Hanyut dan beberapa masyarakat Kuday secara bersamaan ingin memberikan klarifikasi serta tanggapan terkait mencuatnya 3 oknum anggota Polairud Polres Bangka yang terbit dimedia online Journalarta.com pada Rabu (24/5/23) dengan judul ” Tambang Timah Dibelakang Novilla Bangka Kian Marak, 3 Oknum Polisi Disebut Pengkoordinir ” dan media suratkabarterkini.com dengan judul ” Diduga Ada Keterlibatan Oknum Polairud Polres Bangka Dan Pegawai Resort Dalam Pusaran Tambang Timah Dibelakang Novilla Bangka”.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Kantor Satpolairud Polres Bangka dihadiri Kasat Polairud Polres Bangka AKP Supanto didampingi KBO Ipda Noviyanto, 3 Anggota Polairud yang diduga disebut namanya dalam pemberitaan dan beberapa personil polairud serta dihadiri juga para wartawan guna mengklarifikasi dan memberi tanggapan terkait mencuat nama anggota Polairud Polres Bangka dipusaran tambang ilegal, Kamis (25/5/23).

Dihadapan Pimpinan Redaksi Media Journalarta.com, K Revandi Antoni dan Direksi media suratkabarterkini.com, Sukarto, Masyarakat penambang secara sepakat menyampaikan bahwa tidak benar ada keterlibatan 3 oknum anggota Satpolair Polres Bangka dalam pusaran penambangan timah diduga ilegal seperti yang disampaikan narasumber pada pemberitaan tersebut.

Lurah Kuday menyampaikan bahwa dari kelurahan bersama masyarakat kelurahan Kuday tidak membenarkan bahwa tidak ada oknum anggota Satpolairud Polres Bangka yang membekengi tambang tersebut dan meminta untuk mengkonfirmasi lagi pada kesatuannya dan kepada dirinya selaku Lurah Kuday.

” Saya tidak membenarkan dan saya sudah cek dilapangan bahwa dari Satpolairud untuk membekingi tambang ilegal tersebut. Itu tidak benar, mungkin ada salah dalam pemberitaan tapi kami bukan menjustice,” ungkapnya.

Ia berharap konfirmasi dulu dimana letak permasalahannya dan silahkan menanyakan langsung ke warganya masyarakat Kuday bahwa anggota Satpolairud selalu memberikan himbauan dan telah mengambil tindakan pada penambang.

” Diluar kontek itu kami tidak bisa memberi konfirmasi karena secara khususnya tidak membenarkan adanya penambangan ilegal tersebut. Kami dengan kasat Polairud beberapa hari yang lalu telah memberi himbauan dan telah memberi satu tindakan dari APH untuk masalah TI ditambang ilegal tersebut,” jelasnya Lurah Kuday.

Ketua Pemuda Air Anyut, Revaldi mengungkapkan dengan berita yang telah dibuat mengaku seolah olah dibenturkan kepada anggota sedangkan masyarakatnya dan Kampung Pasir berdiri sendiri sesuai kesepakatan sesama masyarakat karena masyarakatnya butuh kerjaan untuk makan.

Berita Lainnya..  Wakil Bupati Bangka Syahbudin Bentuk Pokja Pengendalian dan Pencegahan Aids,TB, Malaria

” Jadi kami inisiatif walau kami salah disitu dan kami tau kami salah disitu. Cuma disini kami tegaskan kami berdiri sendiri, masyarakat dua kampung ini bersatu untuk melakukan aktifitas tambang dan itupun mereka kerjasama,” ujarnya.

Revaldi berharap kepada awak media jangan benturkan mereka pada anggota kepolisian karena merekapun (polisi_red) melarang mereka kerja dilokasi tersebut.

” Sekali lagi kami berharap bang, tolong kami disini merasakan dampak juga dan tuduhan bakau tidak benar, karena yang kami kerjakan bukan bakau tetapi tanaman tumbuh yang satu Minggu bisa tumbuh dan tolong dikoreksi kembali berita tersebut bang,” harapnya.

Sementara itu, Rizky salah satu masyarakat penambang yang hadir sedikit meluruskan apa yang disampaikan Ketua Pemuda Air Anyut terkait pemberitaan menyampaikan pada intinya sebenarnya masyarakat air anyut dan kampung pasir itu terkait adanya aktivitas tambang ilegal tidak jadi masalah untuk diberitakan, akan tetapi dalam redaksinya mungkin menyudutkan.

” Artinya dalam hal ini institusi juga yang dibawa yang notabene karena saya juga dan adek saya juga berkecimpung disitu memang inisial-inisial yang disebutkan itu (oknum anggota polairud_red) tidak pernah sama sekali berkecimpung dalam kegiatan tambang ilegal itu. Ini memang real dan fakta,” ungkapnya.

” Jadi Demi Allah, Lillahi Ta’ala saya bersaksi bahwa yang disebutkan dipemberitaan yakni Rudi, mas Aris, sama Angga ini memang real mereka tidak pernah datang kelokasi pun, ke pos penimbangan itupun tidak pernah karena kami beberapa kali kesitu. Jadi sesama warga saya datang melihat aktivitas itu bahkan yang saya lihat waktu itu mereka merazia. Terakhir datang pak kasat dan pak lurah itu mengklarifikasi,” tambahnya Rizky.

Lebih lanjut, Ia juga menegaskan sekali atas nama masyarakat terkait dengan pemberitaan tambang ilegal tidak menjadi masalah. Cuma yang perlu diklarifikasi jangan sampai nantinya terjadi kegaduhan dimasyarakat seolah olah dibenturkan antara aparat dengan masyarakat.

Berita Lainnya..  Malam Perpisahan Bupati Bangka Serta Pembagian Hadiah UMKM di Kabupaten Bangka

” Kita menjaga harmonisasi, keamanan, ketertiban. Jadi kegiatan tersebut tidak ada dasar payung hukumnya bang, kalaupun mau disalahkan, salahkan masyarakat karena masyarakat yang menambang. Beberapa kali juga himbauan dari pak lurah akan tetapi kita disini yang namanya masyarakat ini kadang urusan kampung Tengah ini kita susah bang, akan tetapi kembali lagi pada para pengambil kebijakan. Intinya sekali lagi perlu kami klarifikasi terkait berita yang diangkat atas kegiatan tambang ilegal kami tidak mempermasalahkan, silahkan kalau untuk di publikasi,” bebernya.

” Akan tetapi disini perlu diklarifikasi bahwasanya 3 oknum yang kami rasa diduga atau disinyalir ini memang mereka tidak terlibat sama sekali mungkin itu yang perlu digaris bawahi, terimakasih,” tambahnya.

Kasat Polairud Polres Bangka AKP Supanto meminta kepada awak media seandainya sebelum menurunkan berita dicek dulu kepihaknya kebenarannya suatu kegiatan benar atau salahnya sehingga pihaknya tidak kaget tiba-tiba ada berita seperti itu.

” Karena kami institusi otomatis keluar kemana mana, bisa juga nanti anggota dipecat oleh provost atau Paminal karena itu sudah menyangkut pelanggaran. Jadi minta tolong lain kali kalau ada berita dikonfirmasi dulu sama yang bersangkutan dan pemerintah setempat akan kebenarannya. Jadi berita itu benar-benar aktual,” harapnya.

Salah satu perwakilan masyarakat penambang menambahkan dengan kejadian hari ini berterimakasih kepada Polres Bangka khususnya Satpolairud yang diinisiasi Kasat Polairud untuk pertemuan hari ini agar yang pertama tidak terjadinya kegaduhan dimasyarakat karena atas pemberitaan kemarin atensi konfliknya cukup tinggi dan dizona itu mereka memahami kalau zona yang dilarang untuk kegiatan tambang.

” Akan tetapi karakteristik masyarakat kita ini masyarakat tambang meski dikasih tahu berulang kali pun tetap dikerjakan karena urusan kampung Tengah. Nah mungkin dengan kejadian ini kepada rekan-rekan dari Satpolair yang tadinya diduga dengan pertemuan hari ini mungkin terklarifikasi bahwa tidak adanya keterlibatan dari ketiga oknum yang disampaikan pada pemberitaan sebelumnya,” ujarnya.

” Yang kedua, dengan melihat situasi dan kondisi saat ini kami tadi sudah berembuk dengan pak lurah kami meminta kepada aparat penegak hukum bahwasanya kegiatan tambang rakyatlah bahasanya untuk sementara dizerokan atau dihentikan dulu mengingat kita menjaga kondusifitas jangan sampai nanti ada yang coba-coba nanti yang jadi korban masyarakat kita juga, tetangga kita juga bang. Kemudian yang ketiga ni bang pada hari ini pembelajaran juga bagi kami karena kami masyarakat awam peran jurnalistik ini apa sebenarnya, edukasi, literasi, informasi dan artinya dapat kita petik hari ini kita tetap silaturahim atas kejadian ini kita tidak perlu saling membenci,” imbuhnya.

Berita Lainnya..  Upacara Peringatan HUT Pramuka ke-62 di Pimpin Oleh Bupati Bangka H. Mulkan

Sementara itu KBO Polairud Polres Bangka Ipda Noviyanto yang tugasnya membantu tugas Kasat dan juga mengawasi anggota memberikan saran dan masukan nanti apabila ditemukan adanya informasi ataupun hal-hal yang berhubungan dengan aparat penegak hukum agar melakukan cek dan ricek kembali, crosscheck jangan hanya pada satu sumber dan kembangkan sumber-sumber yang lain.

” Jadi pada saat timbul pemberitaan hal-hal yang menyangkut personil khususnya Ditpolair tidak berkembang lebih luas, jadi selain dari narasumber yang seperti dibilang tadi, cek lagi dengan narasumber yang lain yang sekiranya apabila nanti diberitakan memang yang sebenarnya terjadi dilapangan seperti itu,” ujarnya.

” Kadang kita ngak tau pak, mungkin apalagi polisi apalagi polair ini selalu bersentuhan dengan masyarakat, bersentuhan dengan penambang yang ilegal. Ada yang sakit hati karena kita tangkap, sakit hati karena kita larang bekerja itu bisa dimanfaatkan orang lain. Jadi mohon seumpama dapat informasi dari suatu sumber mohon untuk kiranya cek dan ricek kembali dengan sumber yang berbeda selain juga tetap konfirmasi dengan kepala satuan yang ada,” harapnya.

Revandi Antoni Selaku Pimpinan Redaksi Media Journalarta dan Sukarto dari Media Suratkabarterkini.com menerima tanggapan dan klarifikasi berita yang telah tayang.

” Kami dari media yang menerbitkan berita tersebut sepakat dan bersedia menerima dan akan menayangkan berita klarifikasi dan tanggapan dari masyarakat penambang atas keberatan statemen narasumber kami yang menyatakan keterlibatan 3 oknum anggota Polair Polres Bangka dalam kurun waktu 1x24jam,”  tukasnya.||| (Red/Tim)

 

 

Editur : $

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *