Sungai Dusun Selindung, Desa Air Putih Kini Digandrungi Para Penambang Timah Ilegal Hutan Lindung

Caption : Puluhan Tambang ilegal di Duga Gasak Hutan Lindung, Muntok

 

 

MUNTOK, SKT.COM – Puluhan sepeda motor terparkir di sekitar pinggir aliran sungai Dusun Selindung, Desa Air Putih, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat (Babar), Minggu (7/1/24) sore.

Dikira piknik, ternyata kehadiran sepeda motor berbagai merk itu dikarenakan adanya aktivitas tambang Ilegal yang beroperasi di aliran sungai. Yang di duga merupakan kawasan Hutan Lindung (HL).

Pantauan Media ini saat berada di lokasi, terlihat kepulan asap dan suara mesin terdengar dari pesisir pantai selindung, tidak hanya tu beberapa pondok Camp termasuk dijadikan warung pun terlihat didirikan masyarakat di sekitar lokasi tersebut.

Kegiatan tambang yang berjumlah puluhan ponton itu, diduga di koordinir atau di koordinasikan oleh Topan Warga Kecamatan Mentok, Babar.

Berita Lainnya..  Sat Polairud Polres Bangka Barat Akan Tindak Tegas Tambang Ilegal Di Tembelok

Andika (25) warga Pal 6, saat di temui Media ini, mengaku dirinya juga merupakan panitia dan di bawa perintah Haji Topan.

“Yang kordinasi Haji topan mereka pihak ke dua, untuk uang masuk saya tidak tau, karena kegiatan disini berubah rubah aturannya. Tapi yang jelas di timbangan di potong fie 15 persen,” kata Andika.

Kemana sebenarnya Fie 15 persen itu?sejumlah media langsung menemui Kadus Selindung, Desa Kayu putih, Sulaiman A.K, saat di konfirmasi, Sulaiman mengatakan bahwa perangkat desa tidak tau menahu adanya aktifitas tambang tersebut.

“Kami tahu ada aktivitas itu, kami menyuruh tidak kami melarang pun tidak, jadi kami cukup diam saja. Terus terkait pemotongan vie oleh panitia sebanyak 15 persen kami pun tidak tahu , itu kan ilegal dan bekerja di dalam kawasan hutan lindung siapa yang berani mengizinkannya,” ungkapnya.

Berita Lainnya..  Aturan Larangan Pose Foto Bagi ASN Jelang Pemilu 2024, Pj Wali Kota Lusje Imbau Bersikap Netral

Sementara informasi yang juga berhasil dihimpun di lapangan bahwa vie 15 persen itu, diduga untuk sejumlah oknum Media dan oknum aparat.

“Kami pak kalau sudah habis cuci timah, Timah kami di potong 15% persen oleh panitia di tempat penimbangan terus kami di kenakan canting oleh panitia sebanyak 1kg. Nah 15 persen tadi itu informasi yang kami dapat sebagian untuk Media dan Aparat termasuk yang becking disini pak. Kalau media kami tidak tahu media mana yang dapat,” ujar para penambang.

Topan yang diduga mengkoordinir kegiatan itu, seperti yang di sebut sebut para penambang, ketika di konfirmasi melalui pesan WhatsApp, Minggu (7/1/24) pukul 16.38 Wib.

Berita Lainnya..  PRAJURIT, PNS DAN PERSIT KOREM 045/GAYA TERIMA PENYULUHAN BINTAL DARI KODAM II/SRIWIJAYA

Sampai Senin (8/1/24) dinihari Belum memberikan tanggapan, hingga berita ini diturunkan media ini akan terus menghubungi Topan untuk mendapatkan klarifikasi kebenaran terkait keterlibatannya.

Sementara KPHP Menduyung Mulyadi di tanya bagaimana tanggapannya terkait tambang timah ilegal menggasak Hutan Lindung pinggiran aliran sungai Dusun Selindung, Desa Air Putih kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat oleh media ini mengatakan untuk wilayah nya tolong di cek dahulu pak, sebab kita tidak mahu memberikan  tanggapan asal-asalan.

“Mana dahulu lokasinya terus kirim dulu titik koordinatnya agar kami cek supaya kami tahu, jangan  sampai kami tidak tahu, Jangan-jangan bisa salah nanti, kalau memang Hutan Lindung kami akan turun, menimal ada berita dulu”, jelas Mulyadi. Senin (8/1/23). (Tim)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *